Sapala Putri : Tracking Tipis Tipis Berujung Moment Manis
Yogyakarta — Ada yang menarik di agenda Sapala Putri kali ini. Ekstra Santri Pencinta Alam (Sapala) yang sebelum nya hanya latihan fisik serta bagaimana menjaga kebugaran diri, kali ini mencoba mulai menyentuh sisi penting dalam ekstra itu sendiri; yaitu tentang Alam.
Sore itu, Ahad tanggal 17 Mei 2026, setelah melakukan olahraga pemanasan, peserta diajak oleh Pembina ekstrakurikuler Sapala Putri Pesantren SahabatQu untuk mulai melakukan perjalanan keluar pondok. Dimulai dengan tracking "tipis-tipis", mereka menuju ke sebuah taman bunga bernama Taman Siwi Panganti di kawasan Kledokan, Jalan Kaliurang untuk belajar langsung mengenai berbagai jenis tanaman.
Kunjungan ke taman bunga ini memang telah diagendakan sejak awal sebagai media pembelajaran kontekstual. Para santri sengaja berjalan kaki menyusuri rute tracking pendek untuk melatih fisik sekaligus mengamati vegetasi alam sekitar sebelum sampai di lokasi utama.
Sesampainya di tujuan, rombongan disambut oleh Ibu Siwi, seorang ibu paruh baya yang tinggal seorang diri dan merawat seluruh tanaman tersebut secara mandiri. Santri pun disambut dengan minuman dingin yang benar benar menghilangkan dahaga setelah berjalan sekitar 2,5 KM. Suasana haru seketika menyelimuti awal pertemuan. Sang ibu tak mampu menyembunyikan rasa bahagia dan air mata haru saat melihat tempat nya mendadak ramai dikunjungi oleh para santri yang antusias untuk belajar.
Di bawah bimbingan langsung dari sang ibu, agenda belajar jenis-jenis tanaman pun berlangsung dengan interaktif. Para santri diajak berkeliling taman untuk mengenali berbagai varietas bunga, tanaman obat serta khasiat nya. Dedikasi sang ibu dalam merawat taman seorang diri memberikan inspirasi bagi para santri selama sesi belajar berlangsung.
"Tujuan utama kami ke sini adalah untuk belajar dan menambah pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman langsung dari praktisinya. Namun kami mendapatkan bonus yang luar biasa. Sambutan hangat dan rasa bahagia dari Ibu pemilik taman membuat kegiatan belajar ini terasa sangat emosional dan berkesan bagi kami semua," ujar Ustadzah Ovie selaku pembina ekstrakurikuler Sapala Putri Pesantren SahabatQu.
Kegiatan yang sarat makna ini ditutup dengan sholat Maghrib berjamaah, dan do’a untuk kesehatan sang ibu, serta sesi foto bersama di antara hamparan bunga yang tengah mekar. Karena sudah gelap, akhirnya santri menaiki Trans Jogja yang disambut dengan antusias oleh peserta karna beberapa dari mereka ada yang belum pernah menaiki salah satu transportasi andalan di Jogja ini. Dan Alhamdulillah, di pertemuan pekan ini Sapala Putri SahabatQu tidak hanya pulang membawa ilmu baru tentang dunia botani, tetapi juga kenangan silaturahmi yang begitu manis dan menyejukkan hati. (SV)